Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera bagi kita semua. Perkenalkan nama saya Achmad harfin usia 22 tahun, saya adalah Sarjana Ekonomi dari UIN Antasari Banjarmasin yang baru di wisuda pada April 2018 lalu.
Namun saya tidak akan bercerita mengenai kehidupan perkuliahan saya, tetapi saya akan menceritakan pengalaman luar biasa yang saya alami bersama teman saya sewaktu masih menjadi mahasiswa, yaitu pengalaman kami mengikuti Ekspedisi Pulau Sembilan Bank Indonesia dan TNI AL KRI Terapang 648 di Pulau Sembilan Kab. Kotabaru Prov. Kalsel.
Sebelumnya biar saya jelaskan, teman saya bernama Naseruddin, dia adalah mahasiswa Ilmu Komputer dari Universitas Lambung Mangkurat. Kami berdua adalah mahasiswa yang beruntung mendapatkan Beasiswa dari Bank Indonesia dan tergabung dalam GenBI Kalsel, oleh karena itu kami diberi kesempatan untuk terlibat dalam Ekspedisi Bank Indonesia.
![]() |
| Poster Ekspedisi Pulau Sembilan |
Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia sekaligus Otoritas Moneter di Indonesia. Salah satu tugas Bank Indonesia adalah mengedarkan Rupiah yang layak edar ke seluruh NKRI. Nah, tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk menukarkan uang yang tidak layak edar dengan uang yang layak edar di wilayah kecamatan Pulau Sembilan Kab. Kotabaru tepat nya di 3 pulau terluar di Provinsi Kalsel yaitu Pulau Matasirih, Pulau Maradapan, dan Pulau Marabatuan.
Perjalanan kami awali pada 28 November 2017. Sesudah subuh Tim BI harus berangkat menaiki Pesawat Udara dari Bandara Syamsudinoor Banjarbaru menuju Batulicin Kab. Tanah Bumbu. Sesampainya disana kami masih harus menyebrang dengan kapal Feri untuk tiba di Kotabaru. Kemudian kami pun menginap.
Keesokan harinya pada 29 November acara pelepasan pun di mulai, bertempat di LANAL Kotabaru dan dihadiri oleh Bupati Kotabaru, Pejabat, Pengusaha, Kepala TNI AL Kotabaru, Perbankan, dan tokoh-tokoh lainnya.
| Sambutan Pak Ocky Ganesia selaku Ketua Tim Ekspedisi |
| Add caption |
Tim BI terdiri dari Internal Bank Indonesia KPw. Kalsel, TNI AL KRI Terapang 648, Videografer, Media Televisi, serta kami selaku mahasiswa. Seusai dilepas kamipun langsung berangkat menuju TKP dengan menggunakan Kapal KRI Terapang 645. Tujuan kami adalah 3 pulau di Kec. Pulau Sembilan, yaitu Pulau matasirih, Maradapan, dan Marabatuan selama 3 hari yaitu dari tanggal 29 November - 1 Desember 2017. Selama kegiatan berlangsung, kami tidur di kapal. Disetiap pulau Tim akan melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu :
1. Kas Keliling Kepulauan : adalah Penukaran Uang Rupiah yang sudah tidak layak dengan uang yang layak atau baru di daerah pulau-pilau terpencil. Masyarakat merespon kegiatan ini dengan baik, terlihat dari antusias mereka saat menukarkan uang mereka dengan Rupiah yang baru. Uang lusuh di 3 pulau ini sangat banyak, hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang masyoritas nelayan, mereka bertaransaksi di laut dengan kondisi tangan yang basah sehingga menyebabkan uang menjadi basah dan lusuh.
2. BI Mengajar : Yaitu sosialisasi mengenai kebanksentralan, ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat Rupiah, dll. Sasaran dari sosialisasi ini adalah siswa-siswi SD, SMP, dan SMA.
3. Bantuan Pendidikan : Yaitu bantuan untuk sekolah-sekolah seperti bantuan tas dan alat tulis, buku-buku, serta peralatan olahraga.
4. Bantuan Kesehatan : Yaitu memberikan bantuan obat-obatan kepada masyarakat pulau karena obat obatan disana terbatas disebabkan oleh sulitnya transportasi laut jika hendak menuju kota. Ditambah dengan keadaan pulau yang endemik malaria sehingga masyarakat sangat membutuhkan obat-obatan penangkis malaria.
5. Sosialisasi TNI AL kepada nelayan terkait kondisi laut dan perikanan disekitar pulau.
Tentunya perjalanan kami tidak mulus. Kami juga menghadapi beberapa kendala seperti gelombang yang sangat besar, resiko malaria, hujan badai yang terjadi di laut dan pulau, jalan pulau yang licin dan naik turun bukit, stamina tim yang menurun dsb. Tapi kami sangat menikmati ekspedisi ini karena kami belajar banyak hal. Misalnya orang-orang di pulau terpencil itu sangat tangguh, walau hidup dipulau serba terbatas, namun mereka bisa mencukupi kebutuhannya. Dan ternyata tinggal di pulau selama beberapa saat itu tidak buruk juga, karena pemandangan pulau dan laut sangat indah. Satu lagi, semua anak di pulau-pulau terpencil ternyata memiliki semangat belajar yang tinggi, mereka selalu tersenyum dalam keadaan apapun Itulah yang membuat saya bangga dan salut terhadap mereka. Ternyata Indonesia sangat indah.
Setelah kegiatan kami berakhir kamipun kembali ke Kotabaru untuk beristirahat. Keesokan harinya kamipun pulang ke Banjarbaru menggunakan Pesawat Udara.
![]() | |
| Berfoto sesudah Ekspedisi selesai |
Cek Video Ekspedisi Pulau Sembilan :
Video dari channel Duta TV :






